Melanjutkan kisah saya sebelumnya (bagi yang belum baca, silahkan baca juga Bagian I disini), saya pucat melihat wajahnya sebab wajahnya itu di luar dugaan saya. Dalam bayangan saya, biasanya pemijat itu usia 40 tahun ke atas, gemuk, dan pendek. Yang saya temui ini malah sebaliknya. Wajahnya mirip campuran antara India dan Arab, hidungnya gemesin... Mancung! Orangnya kalem, jaim, lembut.
Setelah basa-basi memperkenalkan nama dan mukaddimah singkat, dia (sebut saja namanya "Kumbang", yang disarankan oleh teman saya, Bunga) mulai menanyakan tentang maksud dan tujuan saya mengajak bertemu. Berhubung ada anak saya di samping, saya jadi ga bebas mengutarakan maksud saya ingin menggunakan jasa pijatnya. Selain itu, saya juga canggung setengah mati. Ga kebayang dah bagaimana rasanya dipijat oleh lelaki yang baru saya kenal. Dari pertama Kumbang berdiri di depan saya, perasaan saya merasa nyaman walau jantung berdetak tak karuan.
"Bunda, kok pembeli ga melihat barang yang Bunda bawa?" Kak Ani tiba-tiba menyelutuk.
Saya kaget, kemudian meminta Kak Ani membelikan air mineral dingin 3 botol di kios yang lumayan jauh... Kak Ani nurut. Di saat kami berdua saja, saya sampaikan keinginan saya untuk dipijat olehnya, tapi tidak di rumah Makcik, melainkan di salah satu hotel yang ada di Kota Banda Aceh. Saya katakan juga bahwa Bunga yang merekomendasikan dirinya agar saya bisa lebih rileks aja berkomunikasi dengannya.
Kumbang menjelaskan tentang paket pijatnya: ada pijat leher saja, punggung saja, badan saja, tangan/kaki saja, ada pijat seluruh tubuh, dan luluran. Ada juga pijat anti frigit dan pijat pembangkit gairah hubungan suami-istri. Bulan Juli 2016 ini sedang ada promo diskon 50% untuk semua item, tentu saja masih bisa nego kalo soal harga, tambahnya. Mendegar saja udah panas-dingin apalagi menjalaninya.
Kesepakatan kami jadi pijat di Hotel X (sensor) pada Sabtu pagi, 9 Juli 2016 pukul 10:00. Soal kamar nomor berapa, besok akan saya kabari via BBM. Udah tukar PIN kami. Setelah Kak Ani membawakan air mineral, kami pun berpisah sore itu, tapi malamnya melanjutkan pembahasan pijat via BBM. Ga terasa, kami pun menjadi dekat sehingga saya ga sungkan lagi curhat padanya, termasuk tentang masa lalu saya.
Sabtu pagi, 9 Juli 2016, saya deg-degan menyambut hari. Ada moment paling bersejarah akan terjadi hari ini, yaitu tubuh saya akan dipijat oleh pria bukan muhrim, bukan pula suami. Ketika di kamar mandi, saya pandangi tubuh telanjang saya di cermin, ga pede sih sebenarnya, ada penumpukan lemak di perut. Ya mau gimana lagi, saya percaya Kumbang akan menjaga rahasia pelanggannya, dia bersumpah rahasia pelanggan akan dibawa mati. Saya cukur rambut di Miss V, malu jika sampai keluar dari celana dalam. Takut Say, saya takut dan malu... Malu tapi mau...!!! Perasaan campur aduk.
Saya sudah check in 10 menit sebelum jadwal pijat di Hotel X. Saya dapat kamar di pojokan lantai 2. Saya merasa cantik hari ini, semua serba baru: jilbab, baju, sepatu, bra, dan celana dalam baru. Prosesi pijat akan terjadi sebentar lagi dan tak lama, pintu kamar pun diketuk seseorang dari luar. Oh my God...!!! Sumpah, gugup banget.
Bersambung Bagian Akhir, baca ya disini.
Setelah basa-basi memperkenalkan nama dan mukaddimah singkat, dia (sebut saja namanya "Kumbang", yang disarankan oleh teman saya, Bunga) mulai menanyakan tentang maksud dan tujuan saya mengajak bertemu. Berhubung ada anak saya di samping, saya jadi ga bebas mengutarakan maksud saya ingin menggunakan jasa pijatnya. Selain itu, saya juga canggung setengah mati. Ga kebayang dah bagaimana rasanya dipijat oleh lelaki yang baru saya kenal. Dari pertama Kumbang berdiri di depan saya, perasaan saya merasa nyaman walau jantung berdetak tak karuan.
![]() |
| Gambar cuma ilustrasi saja |
"Bunda, kok pembeli ga melihat barang yang Bunda bawa?" Kak Ani tiba-tiba menyelutuk.
Saya kaget, kemudian meminta Kak Ani membelikan air mineral dingin 3 botol di kios yang lumayan jauh... Kak Ani nurut. Di saat kami berdua saja, saya sampaikan keinginan saya untuk dipijat olehnya, tapi tidak di rumah Makcik, melainkan di salah satu hotel yang ada di Kota Banda Aceh. Saya katakan juga bahwa Bunga yang merekomendasikan dirinya agar saya bisa lebih rileks aja berkomunikasi dengannya.
Kumbang menjelaskan tentang paket pijatnya: ada pijat leher saja, punggung saja, badan saja, tangan/kaki saja, ada pijat seluruh tubuh, dan luluran. Ada juga pijat anti frigit dan pijat pembangkit gairah hubungan suami-istri. Bulan Juli 2016 ini sedang ada promo diskon 50% untuk semua item, tentu saja masih bisa nego kalo soal harga, tambahnya. Mendegar saja udah panas-dingin apalagi menjalaninya.
Kesepakatan kami jadi pijat di Hotel X (sensor) pada Sabtu pagi, 9 Juli 2016 pukul 10:00. Soal kamar nomor berapa, besok akan saya kabari via BBM. Udah tukar PIN kami. Setelah Kak Ani membawakan air mineral, kami pun berpisah sore itu, tapi malamnya melanjutkan pembahasan pijat via BBM. Ga terasa, kami pun menjadi dekat sehingga saya ga sungkan lagi curhat padanya, termasuk tentang masa lalu saya.
Sabtu pagi, 9 Juli 2016, saya deg-degan menyambut hari. Ada moment paling bersejarah akan terjadi hari ini, yaitu tubuh saya akan dipijat oleh pria bukan muhrim, bukan pula suami. Ketika di kamar mandi, saya pandangi tubuh telanjang saya di cermin, ga pede sih sebenarnya, ada penumpukan lemak di perut. Ya mau gimana lagi, saya percaya Kumbang akan menjaga rahasia pelanggannya, dia bersumpah rahasia pelanggan akan dibawa mati. Saya cukur rambut di Miss V, malu jika sampai keluar dari celana dalam. Takut Say, saya takut dan malu... Malu tapi mau...!!! Perasaan campur aduk.
Saya sudah check in 10 menit sebelum jadwal pijat di Hotel X. Saya dapat kamar di pojokan lantai 2. Saya merasa cantik hari ini, semua serba baru: jilbab, baju, sepatu, bra, dan celana dalam baru. Prosesi pijat akan terjadi sebentar lagi dan tak lama, pintu kamar pun diketuk seseorang dari luar. Oh my God...!!! Sumpah, gugup banget.
Bersambung Bagian Akhir, baca ya disini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar