Minggu, 10 Juli 2016

Referensi Pijat Kebugaran di Banda Aceh untuk Wisatawan (Bagian III)

Ga terasa udah larut malam, masih terbayang jelas kejadian kemarin, maka kemarin siang juga saya tulis postingan perdana (baca disini) dan postingan kedua (baca disini) juga saya selesaikan pada hari yang sama. Mumpung saya masih ingat jelas kronologis kisah saya ini. Saya lanjutkan bagian akhir ini ya.

Kumbang datang tepat pada waktunya. Saya pun mempersilahkannya masuk ke kamar hotel. Kami mengobrol selama 5 menitan. Dengan malu-malu, saya meminta paket pijat seluruh tubuh dan terapi anti frigid. Saya penasaran seperti apa seh terapi anti frigid itu. Biayanya pun sangat terjangkau dengan durasi 60 menit.

Saya bertanya apakah baju saya buka atau tidak. Kumbang pun menjelaskan, untuk pijat standar, baju tidak perlu dibuka, tapi untuk pijat seluruh tubuh, sisakan bra dan celana dalam saja. Akan ada handuk yang akan menutupi tubuh saya, begitu katanya.

Dia menghidupkan musik klasik di HP-nya, lalu pergi ke kamar mandi. Dia minta dipanggil jika saya udah siap untuk dipijat. Saya buka jilbab, saya geraikan rambut panjang saya, menyusul terbukanya yang lain hingga saya tengkurap di ranjang dengan bra dan celana dalam saja. Saya terangsang berat. Rasa malu telah dikalahkan oleh nafsu yang menggebu. Saya pun memanggil namanya. Saya siap Sayang, saya ini milikmu kini....

Pijat dimulai dari kaki, punggung, bahu, dan pantat. Saya merasa nyaman sekali, dia memijat seperti apa ya... Aneh rasanya, kok saya merasa ada kasih sayang di setiap sentuhannya. Vagina saya basah, aduh... Pasti ketauan. Soalnya, bakal tercetak di celana dalam. Bagian belakang usai, giliran saya menghadap ke arahnya. Saya terlentang dan dengan cepat, Kumbang menutup bra dan celana dalam saya dengan handuknya. Dia memijat bahu, perut, dan kaki. Saya terdiam seribu bahasa, saya terlena, saya terangsang....

Ga terasa 30 menit telah berlalu, saatnya memasuki pijat anti frigid. Dia menjelaskan, pada pijat ini bra dan celana dalam akan dilepas. Dia bertanya, apa saya bersedia. Saya masa bodoh banget, udah kepalang tanggung. Saya bilang ke dia, masa saya bugil sendirian, sedang dia masih berpakaian lengkap, minimal bajunya dibuka juga donk. Kumbang diam mendengar permintaan konyol saya, tapi akhirnya dia bersedia telanjang dada saat memijat saya. Bulu dadanya dan rambut kemaluan tergaris dari pusar menuju ke bawah, Wow... Bikin saya nafsu banget, saya jablai Say, andai kamu tau itu....

Gambar cuma ilustrasi saja

Saya telentang, telanjang bulat di ranjang. Tubuh saya dibiarkan terbuka dan tidak ditutupi handuk. Dia memijat tetek saya dari atas kepala, yang berakhir dengan pilinan kedua puting saya. Seketika saya seperti ingin meledak, meleleh terus vagina saya. Saya melihat ada tonjolan di celananya. Saya beranikan diri untuk menyentuhnya. Dia diam. Saya coba meremas kemaluannya yang tegang di balik celana, dia tetap diam. Saya makin menggila, saya mencoba membuka resleting celananya. Saya plorotin celana dalamnya dan keluarkan burungnya.

Saya emut kontolnya yang udah basah, asin... tapi nikmat. Dia pun menghisap puting saya keduanya secara bergantian. Kami berdua sudah bugil. Saya ga tahan, berdiri, lalu katakan padanya: "Puaskan aku Sayang, I love you."

Dia meminta saya untuk nungging, kemudian memainkan lidahnya di lubang anus saya. Lidahnya ikut menjilat vagina dan klitoris yang membuat saya mengejang kesetanan. Akhirnya, saya melakukan yang pernah saya lakukan dengan suami saya 5 tahun lalu. Saya puas dengan pelayanannya dan saya senang dengan perhatiannya.

Sore hari ini, saya akan kembali ke Langsa karena senin sudah masuk kerja. Isunya akan ada sidak dari kepala dinas dan jika ketauan bolos, maka TC akan dipotong 50%. Walaupun berjauhan, saya akan selalu mengingatnya sebab pengalaman kemarin sungguh berkesan. Jika suatu ketika saya ke Banda lagi, saya akan meminta jasa pijat kebugaran lagi darinya.

REKOMENDASI PEMIJAT DI BANDA ACEH

Saya wisatawan lokal di Banda Aceh dan saya mengenal Kumbang ini secara kebetulan. Sentuhannya itu menimbulkan sensasi yang beda. Dia orangnya baik dan dapat dipercaya sehingga privacy saya sebagai seorang guru berjilbab terhormat dapat terjaga dengan sumpahnya. Saya merekomendasikan pria ini buat wanita yang ingin merasakan sensasi yang sama ketika kelelahan di Kota Banda Aceh. Bisa menghubungi saya untuk nomor HP-nya karena saya juga menjaga privacy-nya sehingga saya menyamarkan identitasnya. Terima kasih telah membaca pengalaman mendebarkan saya kemarin.

Sabtu, 09 Juli 2016

Referensi Pijat Kebugaran di Banda Aceh untuk Wisatawan (Bagian II)

Melanjutkan kisah saya sebelumnya (bagi yang belum baca, silahkan baca juga Bagian I disini), saya pucat melihat wajahnya sebab wajahnya itu di luar dugaan saya. Dalam bayangan saya, biasanya pemijat itu usia 40 tahun ke atas, gemuk, dan pendek. Yang saya temui ini malah sebaliknya. Wajahnya mirip campuran antara India dan Arab, hidungnya gemesin... Mancung! Orangnya kalem, jaim, lembut.

Setelah basa-basi memperkenalkan nama dan mukaddimah singkat, dia (sebut saja namanya "Kumbang", yang disarankan oleh teman saya, Bunga) mulai menanyakan tentang maksud dan tujuan saya mengajak bertemu. Berhubung ada anak saya di samping, saya jadi ga bebas mengutarakan maksud saya ingin menggunakan jasa pijatnya. Selain itu, saya juga canggung setengah mati. Ga kebayang dah bagaimana rasanya dipijat oleh lelaki yang baru saya kenal. Dari pertama Kumbang berdiri di depan saya, perasaan saya merasa nyaman walau jantung berdetak tak karuan.

Gambar cuma ilustrasi saja

"Bunda, kok pembeli ga melihat barang yang Bunda bawa?" Kak Ani tiba-tiba menyelutuk.

Saya kaget, kemudian meminta Kak Ani membelikan air mineral dingin 3 botol di kios yang lumayan jauh... Kak Ani nurut. Di saat kami berdua saja, saya sampaikan keinginan saya untuk dipijat olehnya, tapi tidak di rumah Makcik, melainkan di salah satu hotel yang ada di Kota Banda Aceh. Saya katakan juga bahwa Bunga yang merekomendasikan dirinya agar saya bisa lebih rileks aja berkomunikasi dengannya.

Kumbang menjelaskan tentang paket pijatnya: ada pijat leher saja, punggung saja, badan saja, tangan/kaki saja, ada pijat seluruh tubuh, dan luluran. Ada juga pijat anti frigit dan pijat pembangkit gairah hubungan suami-istri. Bulan Juli 2016 ini sedang ada promo diskon 50% untuk semua item, tentu saja masih bisa nego kalo soal harga, tambahnya. Mendegar saja udah panas-dingin apalagi menjalaninya.

Kesepakatan kami jadi pijat di Hotel X (sensor) pada Sabtu pagi, 9 Juli 2016 pukul 10:00. Soal kamar nomor berapa, besok akan saya kabari via BBM. Udah tukar PIN kami. Setelah Kak Ani membawakan air mineral, kami pun berpisah sore itu, tapi malamnya melanjutkan pembahasan pijat via BBM. Ga terasa, kami pun menjadi dekat sehingga saya ga sungkan lagi curhat padanya, termasuk tentang masa lalu saya.

Sabtu pagi, 9 Juli 2016, saya deg-degan menyambut hari. Ada moment paling bersejarah akan terjadi hari ini, yaitu tubuh saya akan dipijat oleh pria bukan muhrim, bukan pula suami. Ketika di kamar mandi, saya pandangi tubuh telanjang saya di cermin, ga pede sih sebenarnya, ada penumpukan lemak di perut. Ya mau gimana lagi, saya percaya Kumbang akan menjaga rahasia pelanggannya, dia bersumpah rahasia pelanggan akan dibawa mati. Saya cukur rambut di Miss V, malu jika sampai keluar dari celana dalam. Takut Say, saya takut dan malu... Malu tapi mau...!!! Perasaan campur aduk.

Saya sudah check in 10 menit sebelum jadwal pijat di Hotel X. Saya dapat kamar di pojokan lantai 2. Saya merasa cantik hari ini, semua serba baru: jilbab, baju, sepatu, bra, dan celana dalam baru. Prosesi pijat akan terjadi sebentar lagi dan tak lama, pintu kamar pun diketuk seseorang dari luar. Oh my God...!!! Sumpah, gugup banget.

Bersambung Bagian Akhir, baca ya disini.

Referensi Pijat Kebugaran di Banda Aceh untuk Wisatawan (Bagian I)

Sudah 5 hari saya di Banda Aceh dalam rangka liburan. Berangkat ke Banda pas megang kedua (hari selasa, 5 Juli 2016). Cari suasana baru lebaran kali ini, makanya ga berlebaran di Langsa. Di Banda, udah hampir semua tempat wisata di Banda Aceh telah saya kunjungi. Anak-anak dan saya tinggal di rumah Makcik di Ulele. Bang Riski, Kak Ani, dan Dek Fatih (anak-anak kandung saya) suka sekali jalan-jalan ke Banda Aceh karena disini rame kali, terutama di Ulele tuh ga pernah sepi orang kalo sore menjelang. Beda jauh kalo dibandingkan dengan Langsa, tempat kami tinggal, menurut saya seh gitu.

Kemaren pagi (hari jum'at, 8 Juli 2016), tubuh terasa rontok akibat banyak kali jalan kaki ngunjungin tempat wisata. Saya ga bawa kereta karena ke Banda naik L300. Mau pinjam kereta orang rumah Makcik, lah mereka pake juga tuh kereta buat silaturahmi lebaran. Untuk menghilangkan pegal linu, kayaknya saya butuh pijat panggilan biar tubuh kembali bugar.

Gambar cuma ilustrasi saja

Saya pun buka website OLX yang katanya semua ada disana, termasuk pijat. Saya ga bisa ke kota karena jarak dari ulele ke kota sangat jauh, maka solusinya ya cari pemijat yang mau datang ke rumah.

Saya lihat nama pemijat yang wanita, asyik... ketemu. Pas saya telepon, rupanya laki-laki. Cari lagi nama wanita lain, telepon lagi, eh... Makhluk berburung lagi alias laki-laki. Masa seh ga ada pemijat wanita pasang iklan di OLX? Kenapa harus laki-laki semua? Hadeuh... Ga banget sama lelaki.

Andai masih punya suami, maka suami yang mijitin. Akh... Saya harus terima kenyataan kalo sekarang udah jadi janda, yang kuat menghidupi ketiga orang anak seorang diri. Pikiran pun melayang entah kemana hingga akhirnya suara Makcik menyadarkan saya dari lamunan.

"Kenapa melamun, Nak?" tanya Makcik.

Saya seka air mata yang sempat menetes agar Makcik ga melihat saya bersedih di hari kemenangan. Padahal, sudah 5 tahun saya menjanda, tapi kerap kenangan bersama mantan suami itu kerap melintas dan menyesakkan dada. Ya Allah... Berat rasanya melihat dia bersama wanita lain, sementara saya sendiri berjibaku membesarkan buah cinta kami.

"Badan sakit semua, butuh kusuk."

"Masuk kamar Nak, biar Makcik pijitin."

Akhirnya, Makcik juga yang pijitin. Teringat masa kecil ketika Makcik masih tinggal di Langsa, kalo urusan urut mengurut Makcik-lah jagoannya. Cuma karena udah gede, ya malu dong dipijit lagi, kecuali kalo terpaksa. Alhamdulillah, badan kembali bugar.

Sore hari di waktu senggang, anak-anak udah pada main entah kemana... Anak ABG secara gitu loh. Banyak waktu sendiri jadinya. Daripada bosen bertemankan sepi, iseng-iseng saya buat status di BBM: "Pemijat panggilan di OLX semuanya cowok, akhirnya dipijat Makcik."

Rupanya, ada temen S2 dulu yang tinggal di Ulee Kareng (Banda Aceh) yang respon. Sebut aja namanya "Bunga", disamarkan demi menjaga nama baik dia. Katanya, ada pemijat pria langganannya, yang baik, sopan, dan bersih... Tentu saja, yang pijatannya menggoda, terutama buat wanita kesepian seperti saya. Kurang ajar juga Bunga ini, tapi begitu ya kalo kawan sejati... Mengerti isi hati temannya.

Singkat cerita, karena penasaran, saya telepon nomor pemijat yang direkomendasikan oleh Bunga, lalu buat janjian ketemu dulu di dekat pintu masuk Pelabuhan Ulele. Lihat dulu nanti apa saya berubah pikiran atau tidak. Saya kesana ditemani Kak Ani, anak saya, naik kereta Pakcik. Saya deg-deg-an banget, rasanya seperti kencan pertama dengan seorang kekasih. Keringat dingin udah mulai terasa di tangan, padahal jumpa aja belum. Penasaran dan malu jadi satu.

"Bunda, kita tunggu siapa disini?" Kak Ani bertanya.

"Temen Bunda mau jumpa, katanya mau beli ini, cuma mau lihat barangnya dulu," Saya menunjukkan isi kantong plastik yang saya bawa pada Kak Ani.

Saya berbohong dan Kak Ani percaya. Maafkan Bunda ya.

Tiba-tiba, sebuah kereta berhenti di samping pintu masuk Pelabuhan Ulele. Saya yakin banget itulah sang pemijat, jantung saya berdetak 5x lebih cepat. Saya pucat menyaksikan wajahnya...

Bersambung ke Bagian II, baca disini.